search
New Ribbon
Slide 0
Slide 7

Al-Utsmaniyah Tours

Slide 2
Slide 4
Slide 5

Bersiap Untuk Thawaf

Slide 3
"UNTUK PROGRAM TERBARU HUBUNGI 021-87916038 email: bpw@al-utsmaniyah-tours.com"

Senin, 01 Maret 2010 - 02:29:47 WIB
KEKOMPAKAN ROMBONGAN
Diposting oleh : Arief Munandar
Kategori: - Dibaca: 523 kali

Salah satu yang juga sangat penting diperhatikan dalam melaksanakan ibadah haji adalah kekompakan rombongan. Satu rombongan terdiri dari 45 jama’ah haji, yang terbagi dalam 4 regu dengan jumlah anggota dalam satu regu adalah 11 orang ditambah seorang Ketua Rombongan (Karom) yang sekaligus bertindak sebagai Pembina Ibadah Haji rombongan tersebut. Masing-masing regu dipimpin oleh seorang Ketua Regu (Karu). Biasanya satu rombongan berangkat dari satu KBIH (Kelompok Bimbingan Ibadah Haji) atau Posbinsik (Pos Bimbingan Manasik) tertentu yang selama beberapa lama telah melaksanakan bimbingan manasik haji. Artinya masing-masing anggota rombongan telah saling mengenal dan berinteraksi dengan anggota lainnya dalam bimbingan manasik haji. Bahkan merekapun telah berbagi tugas dalam membawa peralatan-peralatan regu yang dibutuhkan selama menunaikan ibadah haji. Mereka juga membuat kesepakatan-kesepakatan yang diambil sebagai tata tertib selama haji, misalnya larangan merokok di kamar, kapan saatnya menyalakan dan mematikan AC di kamar/tenda dan sebagainya.

Keuntungan lainnya adalah saat melaksanakan rukun, wajib dan sunah haji di tanah suci, misalnya saat thawaf dan sa’I, berangkat melempar jumroh, ziarah ke berbagai tempat, dan sebagainya. Semuanya akan sangat nikmat jika dilakukan dengan rombongan yang solid. Rombongan saya pernah pada saat thawaf bersama terasa demikian nikmat, bahkan ada beberapa jama’ah dari Mesir yang sejak putaran pertama sampai selesai mengikuti rombongan kami dan mengikuti bacaan Karom kami. Selama ini jama’ah yang paling dikenal kompak dan solid adalah rombongan haji dari Turki. Kemanapun mereka berada biasanya selalu bersama rombongannya dengan seragam warna krem yang selalu dikenakan. Walaupun rata-rata usianya sudah lanjut, tetapi karena postur tubuhnya yang tinggi besar dan suaranya yang menggelegar, maka jama’ah Negara lain akan menyingkir jika mereka lewat. Suara talbiah dan takbir mereka saat melewati terowongan Mina yang menggema ke sepanjang terowongan bisa membuat bulu kuduk bergidik.

Terkadang ada jama’ah haji yang mengabaikan keberadaan dan urgensi rombongan ini. Yang bersangkutan menyerahkan sepenuhnya penempatan dirinya dalam Regu dan Rombongan kepada Depag. Jama’ah haji ini biasa disebut dengan “Haji Mandiri”. Biasanya jama’ah mandiri ini baru mengenal regu dan rombongannya sesaat sebelum berangkat menuju tanah suci. Barangkali memang jama’ah haji mandiri ini sudah bertekad untuk mengurus dirinya sendiri selama di tanah suci dan tidak membutuhkan bimbingan dari seorang Karom. Memang sepintas lebih merdeka dan bebas, tetapi jika jama’ah tersebut tidak memahami manasik haji secara benar maka bukan tidak mungkin dia melakukan kesalahan fatal yang berakibat kepada tidak sahnya ibadah haji yang dilakukan.

Saya pernah bertemu dengan seorang jama’ah haji mandiri yang menceritakan bahwa dia merasa lebih enak dengan pilihannya. Dia mengambil contoh tentang biaya hidup (living cost) yang diterima dari Depag sebesar 1.500 riyal. Kalau dia tergabung dalam KBIH/Posbinsik maka dia harus membayar dam sebesar 500 riyal ditambah biaya transportasi ziarah yang besarnya bervariasi sekitar 100 riyal. Tetapi karena dia berangkat mandiri, maka uangpun diterima utuh 1.500 riyal dan semuanya bisa digunakan untuk biaya hidup di tanah suci. Mungkin dia tidak mengetahui bahwa karena kita memilih Haji Tamatu’, maka salah satu konsekwensinya adalah kita diwajibkan membayar dam, yakni dengan berkorban menyembelih seekor kambing di tanah suci.

Demikian juga tanpa rombongan yang kompak dan solid, bukan tidak mungkin akan menjadi bibit-bibit munculnya jidal (berbantah-bantahan) yang merupakan larangan utama bagi jama’ah haji. Jidal ini bisa berawal dari hal-hal sepele : masalah AC di kamar/tenda, berebut lift saat di hotel, berebut naik bus jemputan, dan sebagainya. Jadi, alangkah baiknya jika anda yang akan berangkat haji tahun yang akan datang untuk bergabung dalam rombongan melalui KBIH atau Posbinsik agar anda bisa mendapatkan rombongan yang kompak dan solid.

 

Arief Munandar – Salabenda Bogor, 141209



    4 Komentar :

    Gamat Gold G
    08 Juni 2013 - 13:49:16 WIB

    salam sukses selalu !
    herbalife sidoarjo
    03 April 2014 - 11:24:32 WIB

    bagus harus kompak
    herbalife sidoarjo
    03 April 2014 - 11:25:36 WIB

    harus kompak dan solid dan hindari larangan
    Piala Dunia
    27 Juni 2014 - 11:48:51 WIB

    Indonesia Selangkah Lebih Baik

    << First | < Prev | 1 | Next > | Last >>

    Isi Komentar :
    Nama :
    Website :
    Komentar
     
     (Masukkan 6 kode diatas)

     


    Komplek Ruko Graha Cibinong No. C-6,
    Jl. Raya Jakarta - Bogor Km. 43 Cibinong
    Kab. Bogor 16917
    Phone: (+62-21) 879 16038

     

    Juli, 2014
    MSSR KJS
      12345
    6789101112
    13141516171819
    20212223 242526
    2728293031  

    462450

    Pengunjung hari ini : 754
    Total Pengunjung : 462450

    Pengunjung Online: 5


    GALLERY FOTO
    DOWNLOAD
       
    CUSTOMER SERVICES
    Arief Munandar
    LINKS
    Majelis Al-Utsmaniyah (MU)
    Statistik User
    Facebook Groups Utsmaniyah
      Copyright © 2010. Al-Utsmaniyah Tours. All Rights Reserved
      Home | About Utsmaniyah | Program Haji | Program Umroh | Forum | Hubungi Kami